Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Asupan Protein Hewani Dengan Sikap Ibu Untuk Pencegahan Stunting Pada Balita Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Asupan Protein Hewani Dengan Sikap Ibu Untuk Pencegahan Stunting Pada Balita
Main Article Content
Abstract
Stunting merupakan masalah kesehatan global berupa gagal tummbuh kronis pada balita akibat kekurangan gizi dalam waktu lama. Salah satu faktor utama yang mempengaruhinya adalah kurangnya pengetahuan dan sikap ibu mengenai pemenuhan nutrisi esensial seperti protein hewani yang kaya akan asam amino esensial lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang asupan protein hewani dengan sikap ibu untuk pencegahan stunting pada balita..
Methods: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan scross-sectional. Penelitian dilakukan di Posyandu Desa Munggur, Mojogedang, karanganyar pada februari 2026. Sampel penelitian berjumlah 43 ibu balita yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner skala Guttman untuk variabel pengetahuan (17 butir, Cronbach’s Alpha =0,861) dan kuesioner skala Likert untuk variabel sikap (20 butir, Conbachs Alpha=0,980). Analisis data menggunakan analisis univariat distribusi frekuensi dan bivariate uji korelasi Spearmen Rank dengan bantuan SPSS versi 18.
Results: Karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia produktif 26-35 tahun (58,1%), berpendidikan SMA/SMK (62,8%), dan status pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (60,5%). Tingkat pengetahuan ibu mengenai asupan protein hewani tergolong sangat baik dengan rata-rata skor 15,56. Sikap ibu terhadap upaya pencegahan stunting berada pada kategori positif atau mendukung dengan rata-rata skor 64,88. Hasil uji korelasi Spearmen Rank menunjukkan nilai signifikan p= 0,000 (p<0,05) dengan nilai koefisien r=0,521.
Conclusion: Terdapat hubungan yang signifikan dengan kukuatan sedang dan arah positif anara pengetahuan bu tentang asupan protein hewani dengan sikap ibu untuk pencegahan stunting pada balita. Semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu, maka sikap yang ditunjukkan akan semakin positif dan mendukung upaya pencegahan