Bengawan Nursing Journal https://jurnal.ppnisurakarta.org/index.php/bnj <p><strong>Bengawan Nursing Journal (BNJ)</strong> merupakan jurnal keperawatan yang diterbitkan oleh <a href="https://ppnisurakarta.org/">DPD PPNI Kota Surakarta</a> berupa artikel ilmiah bagi perawat, akademisi, dan praktisi. Terbit 2 kali dalam 1 tahun pada bulan Desember dan Juni. Berbagai bidang fokus ilmu keperawatan yang dapat terbit di jurnal ini meliputi: Keperawatan Dasar, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Komunitas, serta Manajemen Keperawatan. </p> en-US bengawanjurnal@gmail.com (Mulyaningsih) syauqimubarok39@gmail.com (Ahmad Syauqi Mubarok) Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.11 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 HUBUNGAN PERILAKU 5S (SENYUM, SALAM, SAPA, SOPAN, SANTUN) PADA LAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN https://jurnal.ppnisurakarta.org/index.php/bnj/article/view/101 <p><em>Background : Tingkat kepuasan pasien merupakan penilaian pribadi mengenai mutu pelayanan kesehatan yang diterima pasien dari sebuah layanan kesehatan dan perilaku 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) akan berdampak pada pada citra rumah sakit dan tingkat kepuasan pasien di rumah sakit, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara layanan keperawatan pada perilaku 5S dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Surakarta</em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong><strong><em>Methods: </em></strong><em>penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan coss sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 responden yang diperoleh dengan teknik Consecutive sampling. Analisis data dengan menggunakan uji pearson</em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong><strong><em>Results: </em></strong><em>Hasil uji pearson antara Perilaku 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) dan tingkat kepuasan pasien menunjukkan nilai p-value 0,000 atau p-value ˂ 0,05. Hal tersebut menunjukkan ada hubungan perilaku 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) dengan tingkat kepuasan pasien Di Poliklinik Rawat Jalan RSUD Surakarta</em></p> <p><em><strong>Conclusion: </strong>perilaku 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) yang diterapkan olerh tim medis memiliki dampak terhadap tingkat kepuasan pasien di Poliklinik Rawat Jalan RSUD Surakarta sehingga penting untuk diperhatikan dan diterapkan oleh semua tim medis dalam melakukan pelayanan kesehatan.</em></p> Dewi Astutik, Atiek Murharyati, Ratih Dwilestari Puji Utami Copyright (c) 2026 Bengawan Nursing Journal https://jurnal.ppnisurakarta.org/index.php/bnj/article/view/101 Fri, 21 Aug 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Kombinasi Pemberian Terapi Oksigen Nasal Kanul dan Edukasi Pernapasan Pursed, Lip .Breathing ,terhadap Satursi Oksigen. pada Pasien, Asma di Ruang IGD RSUD Dr. Moewardi https://jurnal.ppnisurakarta.org/index.php/bnj/article/view/105 <p>&nbsp;</p> <p class="s24"><span class="s22">Background:</span> <span class="s23">Asma </span><span class="s23">ialah</span><span class="s23"> penyakit peradangan kronis yang terjadi pada saluran pernapasan</span> <span class="s23">yang ditandai dengan </span><span class="s23">peningkatan respons </span><span class="s23">bronkus, penyempitan jalan napas, dan gangguan pertukaran gas yang </span><span class="s23">bisa</span><span class="s23"> menyebabkan penurunan saturasi oksigen. Kondisi </span><span class="s23">ini </span><span class="s23">bisa</span><span class="s23"> mengakibatkan penurunan saturasi oksigen sehingga diperlukan penanganan yang cepat dan sesuai untuk mencegah hipoksemia.</span><span class="s23">. Salah satu intervensi yang </span><span class="s23">bisa</span><span class="s23"> diberikan </span><span class="s23">yakni</span> <span class="s23">kombinasi terapi oksigen </span><span class="s23">memakai</span><span class="s23">nasal kanul dan edukasi pernapasan pursed lip breathing yang bertujuan meningkatkan ventilasi dan oksigenasi pasien.</span></p> <p class="s25">&nbsp;</p> <p class="s24"><span class="s22">Methods: </span><span class="s23">Peneelitian ini bertujuan</span><span class="s23"> untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemberian terapi oksigen nasal kanul dan edukasi pernapasan pursed lip breathing terhadap saturasi oksigen pada pasien asma di ruang IGD RSUD Dr. Moewardi. </span><span class="s23">D</span><span class="s23">esain</span><span class="s23">penelitian yang </span><span class="s23">dipakai</span> <span class="s23">ialah</span><span class="s23"> pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian </span><span class="s23">terdiri dari </span><span class="s23">44 pasien asma yang dipilih dengan teknik total sampling. Saturasi oksigen dinilai sebelum dan sesudah pelaksanaan intervensi dengan alat pulse oximeter . Data dianalisis </span><span class="s23">memakai</span><span class="s23"> uji Wilcoxon.</span></p> <p class="s25">&nbsp;</p> <p class="s24"><span class="s22">Results: </span><span class="s23">Berlandaskan</span><span class="s23"> h</span><span class="s23">asil penelitian </span><span class="s23">memperlihatkan</span><span class="s23"> bahwa rata-rata saturasi oksigen sebelum intervensi </span><span class="s23">senilai</span><span class="s23"> 88,91%, sedangkan se</span><span class="s23">sudah</span><span class="s23"> intervensi meningkat menjadi 94,89%. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value </span><span class="s23">senilai</span><span class="s23"> 0,000 (p&lt;0,05), yang </span><span class="s23">memperlihatkan</span><span class="s23"> adanya pengaruh signifikan kombinasi terapi oksigen nasal kanul dan edukasi pernapasan pursed lip </span><span class="s23">breathing terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien asma.</span></p> <p class="s25">&nbsp;</p> <p class="s24"><span class="s22">Conclusion: </span><span class="s23">Kombinasi terapi oksigen nasal kanul dan edukasi pernapasan pursed lip breathing efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien asma sehingga </span><span class="s23">bisa</span> <span class="s23">dipakai</span><span class="s23">sebagai intervensi pendukung dalam penatalaksanaan pasien asma di instalasi gawat darurat.</span></p> Alwidya Fatmawati, Wahyu Rima Agustin, Galih Priambodo Copyright (c) 2026 Bengawan Nursing Journal https://jurnal.ppnisurakarta.org/index.php/bnj/article/view/105 Fri, 21 Aug 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Tingkat Kecanduan Media Sosial dengan Tingkat Stres pada Remaja di SMA Negeri Tawangmangu https://jurnal.ppnisurakarta.org/index.php/bnj/article/view/102 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">ABSTRAK</span></span></p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital saat ini telah membawa perubahan besar pada pola interaksi remaja, di mana penggunaan media sosial yang tidak terkendali sering kali berujung pada perilaku adiktif. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada stabilitas kesehatan mental, salah satunya adalah peningkatan tingkat stres.</span></span></p> <p>&nbsp;</p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada sampel sebanyak 231 responden (siswa kelas 10, 11, dan 12) yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Social Media Addiction Scale-Student Form (SMAS-SF) untuk mengukur kecanduan dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) untuk mengukur derajat stres.</span></span></p> <p>&nbsp;</p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori Kecanduan media sosial tingkat sedang (71,4%) dan mengalami tingkat stres pada kategori ringan (45,9%). Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank menghasilkan nilai p-value sebesar 0,008 dengan koefisien korelasi sebesar 0,174, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan bersifat positif dengan kekuatan hubungan yang lemah.</span></span></p> <p>&nbsp;</p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa perilaku adiktif terhadap media sosial merupakan prediktor nyata terhadap peningkatan stres pada remaja. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan literasi digital dan program manajemen stres di lingkungan sekolah melalui peran aktif sekolah dan konselor untuk memitigasi dampak negatif penggunaan teknologi pada siswa.</span></span></p> <p>&nbsp;</p> Tesa aviori Tesa, Wahyu Rima Agustin , Wahyuningsih Safitri Copyright (c) 2026 Bengawan Nursing Journal https://jurnal.ppnisurakarta.org/index.php/bnj/article/view/102 Fri, 21 Aug 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Asupan Protein Hewani Dengan Sikap Ibu Untuk Pencegahan Stunting Pada Balita https://jurnal.ppnisurakarta.org/index.php/bnj/article/view/104 <p><em>Stunting merupakan masalah kesehatan global berupa gagal tummbuh kronis pada balita akibat kekurangan gizi dalam waktu lama. Salah satu faktor utama yang mempengaruhinya adalah kurangnya pengetahuan dan sikap ibu&nbsp; mengenai pemenuhan nutrisi esensial seperti protein hewani yang kaya akan asam amino esensial lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang asupan protein hewani dengan sikap ibu untuk pencegahan stunting pada balita..</em></p> <p><em>&nbsp;</em><strong><em>Methods: </em></strong><em>Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan scross-sectional. Penelitian dilakukan di Posyandu Desa Munggur, Mojogedang, karanganyar pada februari 2026. Sampel penelitian berjumlah 43 ibu balita yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner skala Guttman untuk variabel pengetahuan (17 butir, Cronbach’s Alpha =0,861) dan kuesioner skala Likert untuk variabel sikap (20 butir, Conbachs Alpha=0,980). Analisis data menggunakan analisis univariat distribusi frekuensi dan bivariate uji korelasi Spearmen Rank dengan bantuan SPSS versi 18.</em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong><strong><em>Results: </em></strong><em>Karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia produktif 26-35 tahun (58,1%), berpendidikan SMA/SMK (62,8%), dan status pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (60,5%). Tingkat pengetahuan ibu mengenai asupan protein hewani tergolong sangat baik dengan rata-rata skor 15,56. Sikap ibu terhadap upaya pencegahan stunting berada pada kategori positif atau mendukung dengan rata-rata skor 64,88. Hasil uji korelasi Spearmen Rank menunjukkan nilai signifikan <strong>p= 0,000 (p&lt;0,05) </strong>dengan nilai koefisien <strong>r=0,521</strong>.</em></p> <p><em>&nbsp;</em><strong><em>Conclusion: </em></strong><em>Terdapat hubungan yang signifikan dengan kukuatan sedang dan arah positif anara pengetahuan bu tentang asupan protein hewani dengan sikap ibu untuk pencegahan stunting pada balita. Semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu, maka sikap yang ditunjukkan akan semakin positif dan mendukung upaya pencegahan</em></p> Fitri Ratna Sari, Atiek Murharyati, Noor Fitriyani, S.Dwi Sulisetyawati Copyright (c) 2026 Bengawan Nursing Journal https://jurnal.ppnisurakarta.org/index.php/bnj/article/view/104 Fri, 21 Aug 2026 00:00:00 +0000