Hubungan Tingkat Kecanduan Media Sosial dengan Tingkat Stres pada Remaja di SMA Negeri Tawangmangu The Relationship Between Social Media Addiction Levels and Stress Levels Among Adolescents at SMA Negeri Tawangmangu
Main Article Content
Abstract
ABSTRAK
Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital saat ini telah membawa perubahan besar pada pola interaksi remaja, di mana penggunaan media sosial yang tidak terkendali sering kali berujung pada perilaku adiktif. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada stabilitas kesehatan mental, salah satunya adalah peningkatan tingkat stres.
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada sampel sebanyak 231 responden (siswa kelas 10, 11, dan 12) yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Social Media Addiction Scale-Student Form (SMAS-SF) untuk mengukur kecanduan dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) untuk mengukur derajat stres.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori Kecanduan media sosial tingkat sedang (71,4%) dan mengalami tingkat stres pada kategori ringan (45,9%). Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank menghasilkan nilai p-value sebesar 0,008 dengan koefisien korelasi sebesar 0,174, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan bersifat positif dengan kekuatan hubungan yang lemah.
Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa perilaku adiktif terhadap media sosial merupakan prediktor nyata terhadap peningkatan stres pada remaja. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan literasi digital dan program manajemen stres di lingkungan sekolah melalui peran aktif sekolah dan konselor untuk memitigasi dampak negatif penggunaan teknologi pada siswa.